Membangun Generasi Qurani Menyongsong Masa Depan Gemilang
Memuat Waktu...
Pendaftaran Terbuka

Mari Bergabung Bersama Badko TKA-TPA Daerah Istimewa Yogyakarta

Bersama membina generasi Qur'ani yang cerdas, ceria, dan berakhlak mulia di seluruh wilayah DIY. Bergabunglah bersama ribuan unit TKA-TPA & ustadz/ustadzah lainnya!

Pembinaan Resmi Kurikulum Standar Badko Jejaring Se-DIY
Daftar Sekarang Proses Cepat & Mudah
Info Santri
Pendaftaran dan Updating Data tahap kedua sudah dibuka..., 53 Hari menuju FASI XIII Tingkat Provinsi Yogyakarta

Dari Kirab Menuju Cahaya Al-Qur’an: Wisuda XVIII TPAM Sunan Geseng Jolosutro, Menyemai Generasi Unggul dan Berakhlak Mulia

Penulis 20 Sep 2026 74 Kali
Dari Kirab Menuju Cahaya Al-Qur’an: Wisuda XVIII TPAM Sunan Geseng Jolosutro, Menyemai Generasi Unggul dan Berakhlak Mulia

Bantul — Lapangan Jolosutro, Srimulyo, Piyungan, Bantul, D.I. Yogyakarta, pada Sabtu, 19 September 2026, berubah menjadi ruang penuh haru dan kebahagiaan. Bukan sekadar lapangan tempat berkumpul, tetapi menjadi saksi sebuah perjalanan panjang anak-anak dalam mengenal, membaca, mencintai, dan belajar mengamalkan Al-Qur’an.

Di tempat itulah Taman Pendidikan Al-Qur’an Muhammadiyah (TPAM) Sunan Geseng Jolosutro menggelar Wisuda Santri XVIII Tahun 2026. Mengusung tema “Mewujudkan Generasi Qur’ani yang Unggul, Berkemajuan dan Berakhlak Mulia”, kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para santri, orang tua, ustaz dan ustazah, sekaligus seluruh keluarga besar TPAM Sunan Geseng Jolosutro.

Hari itu, rangkaian kegiatan diawali dengan kirab santri. Langkah-langkah kecil para santri menjadi gambaran perjalanan panjang yang telah mereka tempuh. Dengan wajah ceria, mereka berjalan membawa kebanggaan sebagai generasi yang sedang belajar menapaki jalan Al-Qur’an.

Kirab tersebut seolah menjadi simbol bahwa perjalanan seorang santri tidak berhenti pada satu halaman atau satu juz yang telah dibaca. Ia adalah perjalanan seumur hidup—dari mengenal huruf, mengeja ayat, menghafalnya, hingga berusaha menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya dalam kehidupan.

Setelah rangkaian kirab, kegiatan berlanjut menuju acara puncak, yakni prosesi Wisuda Santri XVIII, yang kemudian dilanjutkan dengan pengajian akbar yang disampaikan oleh Bapak H. Fachrudin, S.Ag.

112 Santri, Sebuah Perjalanan dan Harapan

Dalam sambutan Direktur TPAM Sunan Geseng Jolosutro, Ustadz Sudaryanto, S.Pd.I., disampaikan bahwa pada wisuda ke-18 ini terdapat 112 santri yang diwisuda dari sejumlah cabang TPAM Sunan Geseng Jolosutro.

Para santri tersebut berasal dari berbagai unit, yakni Unit Jolosutro sebanyak 63 santri, Cabang Jombokan 4 santri, Cabang Pandeyan 7 santri, Cabang Kaligatuk 21 santri, Cabang Ngelosari 8 santri, dan Cabang Pangol 7 santri.

Jumlah tersebut bukan sekadar angka. Di balik setiap nama yang disebut dalam prosesi wisuda, ada perjuangan panjang. Ada waktu yang diluangkan orang tua untuk mengantar dan menjemput. Ada kesabaran ustaz dan ustazah dalam mendampingi. Ada pula doa-doa yang mungkin tak pernah terdengar, tetapi terus dipanjatkan agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang baik.

Dalam sambutannya, Sudaryanto menyampaikan harapan agar para santri yang diwisuda kelak menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, berbakti kepada orang tua, berguna bagi masyarakat, serta pada kemudian hari mampu menjadi pemimpin negeri dengan penuh amanah.

Harapan itu terasa begitu sederhana, tetapi sekaligus dalam. Sebab pendidikan Al-Qur’an memang tidak semata-mata tentang seberapa banyak ayat yang mampu dibaca atau dihafalkan. Lebih dari itu, ada cita-cita agar nilai-nilai Al-Qur’an tumbuh menjadi akhlak yang melekat dalam diri seorang anak.

36 Tahun Menanam, 36 Tahun Menyaksikan Tumbuhnya Generasi

Wisuda XVIII ini juga menjadi bagian dari perjalanan panjang TPAM Sunan Geseng Jolosutro yang telah genap berusia 36 tahun pada 20 Agustus 2026.

Tiga puluh enam tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Ada banyak generasi yang telah datang dan belajar di tempat ini. Ada anak-anak yang dahulu duduk sebagai santri, kemudian tumbuh dewasa dan melanjutkan pengabdiannya di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Direktur TPAM Sunan Geseng Jolosutro menyampaikan bahwa selama perjalanan tersebut, TPAM telah mencetak generasi-generasi yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.

Sebagian lulusan TPAM bahkan telah mengabdi sebagai abdi negara di berbagai bidang. Karena itu, momentum wisuda bukan hanya tentang melepas para santri dari satu jenjang pembelajaran, tetapi juga tentang menitipkan harapan kepada generasi berikutnya.

Menanam hari ini, berharap tumbuh esok hari. Membaca Al-Qur’an hari ini, berharap kelak lahir manusia-manusia yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya.

Sinergi untuk Pendidikan Al-Qur’an

Wisuda Santri XVIII TPAM Sunan Geseng Jolosutro turut dihadiri sejumlah tokoh dan unsur masyarakat. Hadir dari Badan Koordinasi TKA-TPA Wilayah DIY, Bapak Endro Suwarno, S.E. dan Bapak Didik Setiawan.

Turut hadir pula jajaran Forkompimkap Piyungan, Polsek Piyungan, Koramil Piyungan, PCM serta berbagai unsur dan jajaran terkait yang memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan bahwa pendidikan Al-Qur’an bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar bersama masyarakat dalam menyiapkan generasi masa depan.

Sebab anak-anak yang hari ini duduk sebagai santri, kelak akan menjadi bagian dari wajah masyarakat. Mereka akan menjadi guru, pemimpin, orang tua, pengusaha, abdi negara, ulama, dan berbagai profesi lainnya. Apa yang ditanamkan kepada mereka hari ini akan ikut menentukan seperti apa kehidupan masyarakat pada masa mendatang.

Terima Kasih untuk Semua yang Telah Membersamai

Di penghujung sambutannya, Sudaryanto juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan, baik berupa materi, pemikiran maupun tenaga, sehingga rangkaian wisuda dapat berjalan dengan lancar.

Doa pun dipanjatkan agar segala bentuk bantuan dan pengabdian tersebut mendapatkan imbalan yang sepadan dari Allah SWT.

“Mudah-mudahan santri yang saat ini diwisuda menjadi anak-anak yang sholeh dan sholihah, berbakti kepada orang tua dan berguna bagi masyarakat serta di kemudian hari menjadi pemimpin negeri ini dengan penuh amanah.”

Kalimat itu menjadi salah satu pesan penting yang mengiringi langkah para santri meninggalkan panggung wisuda.

Karena sejatinya, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan. Ia adalah pintu menuju perjalanan yang lebih panjang.

Hari ini mereka mengenakan pakaian terbaik, menerima penghargaan, dan berdiri di hadapan orang tua dengan senyum yang mungkin bercampur haru. Namun setelah panggung dibongkar dan lapangan kembali lengang, perjalanan sesungguhnya justru dimulai.

Al-Qur’an yang telah dibaca harus terus dibaca. Ayat yang telah dihafalkan harus terus dijaga. Ilmu yang telah dipelajari harus diwujudkan dalam akhlak dan amal.

Dari Jolosutro, dari sebuah lembaga yang telah menapaki perjalanan 36 tahun, kembali lahir harapan-harapan baru. Sebanyak santri yang diwisuda hari itu membawa satu pesan yang sama: semoga mereka tumbuh menjadi generasi Qur’ani—unggul dalam ilmu, berkemajuan dalam langkah, dan mulia dalam akhlak.

Semoga langkah kecil dalam kirab itu menjadi langkah panjang menuju masa depan. Dan semoga setiap ayat Al-Qur’an yang pernah mereka baca menjadi cahaya yang terus menyala, menerangi jalan hidup mereka, keluarga, masyarakat, hingga negeri tercinta.

untuk menyaksikan jalannya kegiatan Wisuda Santri XVIII TPAM Sunan Geseng Jolosutro, silahkan klik Wisuda XVIII TPAM Sunan Geseng Jolosutronth 2026

Komentar Santri & Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Kamu

Belum ada komentar. Jadi yang pertama memberikan tanggapan!